Berwisata Sekaligus Mengenang Sang Komposer di Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki merupakan sebuah pusat kesenian yang ada di Jakarta dan menjadi salah satu landmark utama kota yang dulunya dikenal dengan nama Batavia ini. TIM, singkatan dari Taman Ismail Marzuki, merupakan salah satu simbol eksistensi berkembangnya seni dan budaya di Indonesia.

Mulai tahun 1968, Taman Ismail Marzuki telah menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event kesenian, seperti pementasan drama, wayang, hingga pameran lukisan. TIM juga dikenal sebagai pusat seniman dalam menyalurkan kreatifitasnya melalui berbagai karya. Disinilah Rendra, Sardono W. Kusumo, hingga Affadi pernah merintis karir seninya.

Taman Ismail Marzuki Malam Hari via putrisoekarno

Taman Ismail Marzuki Malam Hari via putrisoekarno

Lokasi Alamat Mudah Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki atau dikenal dengan sebutan Pusat Kesenian Jakarta berada di Jalan Cikini Raya No 73 Jakarta Pusat. Tepatnya yaitu di RT/RW 08/02, Cikini, Menteng.

Kunjungi juga yuk: 46 Objek Wisata di Jakarta Timur yang Wajib Dikunjungi!

Sejarah Singkat Taman Ismail Marzuki

Tidak asing dengan Nama Ismail Marzuki? Atau bertanya-tanya mengapa Nama salah satu komponis pejuang Indonesia itu diabadikan menjadi sebuah nama Landmark kota?

Yap… Taman Ismail Marzuki memang diambil dari nama Ismail Marzuki itu sendiri. Komposer Indonesia yang telah berpulang di usia 44 tahun pada tahun 1958 karena sakit paru tersebut merupakan musisi yang banyak menyumbangkan karya lagunya untuk Indonesia.  Ismail Marzuki memiliki lebih dari 200 lagu ciptaan yang diantaranya adalah ‘Halo, Halo Bandung’, ‘Rayuan Pulau Kelapa’ dan ‘Berkibarlah Benderaku’.

TIM berdiri di tanah seluas 8 hektar dan diresmikan oleh Ali Sadikinpada tanggal 10 November 1968. Pemberian nama Ismail Marzuki pada pusat seni tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan atas kontribusinya. Bahkan, Ismail Marzuki juga dianugerahi gelar pahlawan nasional pada tanggal 10 November 2004.

Artikel terkait: 40 Objek Wisata di Jakarta Selatan yang Wajib Dikunjungi!

Harga Tiket Masuk Taman Ismail Marzuki

Hari gini masih pakai tiket masuk? Kesini tidak perlu pakai tiket masuk, alias gratis, tis, tis!

Apa Saja Isi Taman Ismail Marzuki?

Unuk menunjang wisatawan yang datang ke taman Ismail Marzuki, maka pihak pengelola terus berbenah dan menambahkan berbagai fasilitas pendukung seperti:

Planetarium

Planetarium Taman Ismail Marzuki via Tribunnews

Planetarium Taman Ismail Marzuki via Tribunnews

Taman Ismail Marzuki merupakan pusat seni yang banyak menjadi tujuan wisata tidak hanya warga Jakarta, tapi juga seluruh Indonesia. Di dalam pusat seni ini terdapat Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. Hebat, bukan?

Planetarium Jakarta sebagai wahana wisata pendidikan bagi masyarakat ini diresmikan pada 1964 oleh Presiden Soekarno. Sedangkan Institut Kesenian Jakarta merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang secara khusus berkiprah dalam bidang seni, antara lain seni rupa, seni peran dan perfilman.

Show di dalam Planetarium biasanya dimulai jam 10 pagi. Tips saat ada di wahana ini, sebaiknya masuk lebih awal karena jika kamu datang tepat dengan jam pertunjukan, bisa jadi bangku penonton penuh dan akhirnya kamu duduk yang paling depan. Posisi itu sangat tidak nyaman karena tentu saja untuk melihat pertunjukan, kita harus menengadah.

Meski pertunjukan yang berdurasi kurang lebih 1,5 jam ini terbilang sederhana, namun sangat menyenangkan dan menarik. Apalagi saat lampu penerangan dalam ruangan dimatikan, bintang dilangit-langit ruang pertunjukan bermunculan seolah kita berada di antariksa.

Gambar yang muncul tidak hanya bintang saja, tapi juga ada rasi bintang seperti rasi Pegasus. Bahkan, gambar planet pun juga bermunculan. Tiketnya cukup murah, yaitu hanya Rp sekitar 10.000 saja. Silahkan datang saja ke Planetarium ini mulai jam 08.00 pagi hingga 15.30 WIB.

Jangan lewatkan juga: 23 Tempat Wisata Anak di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Perpustakaan DKI

Di sebelah planetarium, ada Perpustakaan Daerah DKI yang terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama digunakan untuk display berbagai karya seni, sedangkan tiga lantai di atasnya digunakan untuk kumpulan buku. Banyak Ensiklopedia besar dan kumpulan arsip juga di perpustakaan ini.

Uniknya, di dalam Perpustakaan DKI ini, terdapat satu lantai khusus untuk anak-anak lengkap dengan ruang bermainnya. Spot membaca juga bertebaran di segala tempat, mulai dari meja-meja bundar hingga model lesehan. Di sebelah perpustakaan, ada gedung galeri seni yang digunakan untuk display lukisan dan berbagai macam instalasi seni lainnya.

Oh ya, untuk bisa masuk ke dalamnya, anda harus menunjukan identitas baik itu KTP, SIM maupun Kartu Pelajar.

Gerai ATM

Untuk anda yang tidak membawa uang cash ke taman ini tidak perlu cemas, karena terdapat anjungan tunai mandiri atau ATM yang bisa kita gunkanan. Buat anda pemegang ATM Bank BRI, BNI & Link yang dapat digunakan sebagai ATM Bersama. Tentu saja harus ada isi ATM-nya ya. Hehehe

Teater Besar

Selanjutnya, taman Ismail Marzuki ini juga memilik teater besar dengan ukuran panggung 14 m x 16 m x 9 m. Teater 3 lantai ini mampu menampung sampai 1200 penonton & dilengkapi dengan Ruang VIP, Ruang Ganti, Ruang Rias, Ruang untuk Tiket box, Dock Lipat, Lobby tunggu, Tata cahaya, Tata suara, cctv & pendingin ruangan. Wisatawan dapat mengunjung teater ini mulai dari jam 08.00 hingga 23.00 WIB.

Teater Taman Ismail Marzuki via Wikipedia

Teater Taman Ismail Marzuki via Wikipedia

Graha Bhakti Budaya

Selain fasiltias ruangan teater yang besar, taman Ismail Marzuki juga memiliki tempat yang menggelar konser musik modern atau tradisional, seni tari sampai pemutaran film-film terbaru. Graha Bhakti Budaya ini memiliki panggung dengan ukuran 15 m x 10 m x 6 m. Untuk kapasitas penontonnya sendiri bisa menampung sampai 800an orang.

Teater Kecil

Selain terdapat ruang teater besar, taman Ismail Marzuki ini juga memiliki fasilitas teater kecil yang dufungsikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pagelaran puisi, seminar, karya musik & teater yang sekiranya tidak memakan banyak ruang.

Disini juga terdapat panggung yang cukup besar kok, dengan ukuran sekitar  10 m x 5m x 6m, sementara untuk jumlah penonton yang bisa masuk sekitar 242 orang saja.

Galeri Cipta II

Fasiltias taman Ismail Marzuki berikutnya adalah galeri CIpta II yang dirancang sebagai tempat display, ketika ada pameran seni baik itu instalasi seni maupun seni lukis. Luas dari bangunan Galeri Cipta II sekitar 609 m, dan memiliki fasilitas berupa Ruang Pameran, Lobby Area, Tata Suara, Tata Cahaya, Serta pendingin ruangan.

Galeri Cipta III

Selain fasilitas galeri cipta II juga ada galeri cipta III yang memiliki  luas bangunannya lebih kecil yang berkisar di 147 m saja. Meski demikian fasilitas yang ada tetap sama dengan Galeri Cipta II, hanya saja tanpa Lobby area namun sudah dilengkapi dengan adanya CCTV.

Gedung Kesenian Jakarta

Fasilitas taman Ismail Marzuki berikutnya adalah gedung kesenian Jakarta yang memang sengaja dibuat sebagai sarana untuk pertunjukan seni.

Gedung ini memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai seperti fasilitas yang terdapat di Gedung Teater Besar, minus Ruang VIP, Dock Area & Ruang ganti, namun dilengkapi dengan Billboard elektrik.

Gedung kesenian Jakarta ini memiliki panggung dengan ukuran 10,75 x 14 x 17 m, sementara untuk jumlah penonton yang bisa masuk sekitar 451 orang.

Gedung Miss Tjitjih

Fasilitas taman Ismail Marzuki berikutnya adalah gedung Miss Tjitjih yang berfungsi sebagai tempat pagelaran seni. Gadung ini sendiri memiliki fasilitas yang sama dengan Gedung Kesenian Jakarta, namun minus  Billboard elektrik & cctv. Untuk ukuran stage disini berukuran sekitar 15x10m, sementara untuk jumlah penonton yang bisa masuk yaitu sekitar 300an orang.

Gedung Wayang Orang Bharata

Selain fasilitas seni modern, juga terdapat sarana pagelaran seni tradisional lo disini. Ada gedung wayang orang bharata yang biasa digunakan sebagai tempat pagelaran wayang orang. Gedung ini memiliki panggung 12x10m, sementara kapasitas penonton sekitar 280 orang.

Mushola

Waktu shalat tiba? Tenang, anda tidak perlu keluar mencari tempat untuk sholat, karena TIM ini memiliki sarana tempat ibadah yang nyaman untuk kita shalat. Bahkan terdapat 2 musola yang bisa kita gunakan, yakni yang ada di Planetarium & juga di Basement belakang IKJ.

Cinema XXI

Buat anda pemburu film-film anyar, ada Cinema XXI di Taman Ismail Marzuki yang bisa anda jadikan tempat untuk nonton, apalagi kalau bareng si cinta, rasanya dunia jadi milik berdua, yang lain ngontrak.

Untuk bisa masuk ke dalamnya, anda hanya dikenakan tiket masuk Rp.30.000 untuk senin-kamis, Rp.35.000 untuk hari jumat dan Rp.40.000 untuk sabtu dan minggu.

Sambangi juga yuk: 24 Tempat Nongkrong di Jakarta yang Paling Terkenal

Cafetaria

Perut anda mulai keroncongan? Tenang, karena di TIM ini terdapat cafetaria yang bisa anda sambangi untuk mencari ganjalan perut.

Toko Buku

Taman Ismail Marzuki ini juga memiliki toko buku lo. Disini anda juga bisa mencari aneka buku sastra keluaran tempo dulu, bahkan buku yang sudah langka & masih ada dalam kondisi bagus.

Petunjuk Arah

Petunjuk Arah via Ayonews

Gedung IKJ

Fasilitas taman Ismail Marzuki berikutnya adalah gedung IKJ yang merupakan tempat untuk pagelaran event besar, sebut saja Jakarta Dance fest contohnya, bentuk bangunannya yang unik juga pas untuk anda yang hobi mengambil gambar maupun berfoto ria apalagi di malam hari.

Konsep “Ke Perpustakaan Lalu Singgah ke Galeri Seni”

Selain Planetarium, Perpustakaan dan Galeri Seni, di dalam Taman Ismail Marzuki terdapat 6 ruang teater modern, balai pameran, gedung arsip, galeri serta bioskop. Panggung terbuka disana dapat menampung hingga 2.500 penonton lho.

Acara-acara yang rutin dipertunjukkan biasanya pementasan drama, pementasan tari, pagelaran wayang, hingga konser musik dan pertunjukan film. Mulai dari kesenian tradisional hingga kontemporer, tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri kerap memenuhi acara dalam Taman Ismail Marzuki ini.

Dalam mendukung seni perfilman, Taman Ismail Marzuki membangun dua gedung bioskop, Garden Hall dan Podium yang dapat digunakan warga untuk nonton film. Salah satu bioskop yang terkenal disini adalah Teater XXI. Bioskop ini menjadi satu tujuan bagi anak muda Jakarta saat ingin menonton film.

Di dalam TIM, juga terdapat teater seni Graha Bhakti Budaya. Teater ini merupakan Gedung pertunjukan besar dan bisa untuk konser musik, teater, tari, dan film. Ada juga teater kecil dengan kapasitas penonton 200 orang.

Selepas menonton, pengunjung dapat berjalan ke sisi kanan dari studio XXI karena ada toko buku dengan koleksi lengkap. Tidak hanya buku keluaran terbaru, buku-buku tua dan buku langka pun ada disana.

Wisata Kuliner Juga Tersedia

Jika kamu merasa lelah, haus, lapar setelah berjalan mengitari TIM, jangan khawatir karena disini juga terdapat lokasi kuliner yang sangat wajib dicoba. Tepatnya di sepanjang jalan menuju gedung teater, kamu akan menjumpai berbagai macam menu dengan harga yang sangat terjangkau.

Apalagi jika waktu sudah menginjak sore, akan semakin ramai kawasan TIM dan menjelma menjadi wisata kuliner. Mulai dari nasi goreng, sate padang, hingga jajanan khas street food dapat dijumpai disana.

Kunjungi juga yuk: 41 Tempat Wisata Kuliner di Jakarta yang Wajib Anda Coba

Wisata Lain di Dekat Taman Ismail Marzuki

Berikut ini beberapa objek wisata atau tempat makan di dekat taman Ismali Marzuki yang juga bisa anda sambangi:

  1. Toko Kue Tan Ek Tjoan

Toko kue Tan Ek Tjoan ada di Jalan Cikini Raya Nomor 61 Jakarta. Toko ini adalah cabangnya yang ada di Bogor. Di Cikini, toko itu sudah berdiri sejak tahun 1958. Toko yang sangat bersejarah, bukan? Pengunjung menyukai rasa kue toko ini karena sangat cocok jika dipadu kopi.

Disana terdapat beragam jenis roti, yaitu roti cokelat, nogat, dan gambang. Risoles, croissant, dan tart juga ada disana. Bahkan jajanan lawas seperti ting-ting jahe, alba pastiles, atau kue satu masih dibuat di Tan Ek Tjoan.

  1. Kikugawa Restaurant

Restoran ini berdiri sejak tahun 1969. Masakan khas Jepang disana dilengkapi dengan interior bambu dan musik Jepang sudah dipastikan akan membuatmu serasa di Jepang. Bahkan, makanan yang ditawarkan pun sangat khas Jepang, misalnya menu ikan segar yang tidak dimasak.

Selain itu, kuah makanannya cenderung terasa kecut dan asam layaknya selera orang Jepang. Salah satu minuman khusus di Kikugawa adalah Teh hijau atau ocha.

  1. Yayasan Perguruan Cikini

Yayasan ini berdiri tahun 1942 dan ada salah satu gedung terkenal disana bernama Wilhelmina Instituut voor Hygiene en Bacteriologie di zaman Penjajahan. Gedung itu ada di bagian Ilmu Kedokteran Komunitas dan Keluarga serta Bagian Mikrobiologi, Universitas Indonesia.

Demikian ulasan mengenai Taman Ismail Marzuki yang bisa kami ulas untuk anda. Jangan lewatkan keseruan berlibur di Taman yang sering dijadikan tempat konser musik musisi papan atas ini. Selamat bersenang-senang.

Jangan lewatkan juga: +48 Tempat Wisata di Jakarta Pilihan Liburan Seru Keluarga

loading...

Leave a Reply

error: Content is protected !!